Gua Masih Sering Meremehkan Hasil yang Gua Buat Sendiri
Refleksi tentang memakai AI, meragukan hasil sendiri, dan belajar mengakui bantuan tanpa menghapus peran pribadi.
Ada satu hal yang kadang gua sadari ketika menggunakan AI untuk mengerjakan sesuatu. Ketika hasilnya berhasil, gua justru bisa berpikir bahwa keberhasilan itu bukan sepenuhnya karena kemampuan gua sendiri.
Gua menggunakan AI untuk membangun website, mencoba berbagai desain, memperbaiki kode, sampai membantu proses penulisan cerita. Banyak hal yang menjadi lebih mudah karena bantuan tersebut.
Namun, terkadang gua berpikir, kalau bukan karena AI, mungkin semua itu tidak akan pernah selesai. Bahkan, mungkin gua tidak akan bisa membuatnya sejak awal.
Kalau dipikir-pikir, pemikiran itu tidak sepenuhnya salah. Gua memang menggunakan AI. Masalahnya, gua sering berhenti sampai di situ dan melupakan bagian lain dari prosesnya.
Bagian yang sering gua lupakan
Ketika membuat website, gua tetap harus menentukan apa yang ingin dibuat, memeriksa hasilnya, menemukan bagian yang tidak sesuai, dan meminta revisi ketika sesuatu tidak berjalan sebagaimana mestinya.
Hal yang sama terjadi ketika menulis cerita. AI bisa membantu, tetapi gua tetap punya gambaran tentang cerita yang ingin gua buat, termasuk bagian yang harus dipertahankan dan bagian yang perlu diperbaiki.
Gua tahu semua itu. Namun, mengetahui sesuatu ternyata tidak selalu membuat gua berhenti meragukannya.
Mengakui bantuan tanpa menghapus diri sendiri
Menariknya, gua tidak merasa harus menghilangkan keraguan tersebut sepenuhnya. Gua juga tidak ingin memaksakan diri untuk selalu berpikir positif tentang hasil yang gua buat.
Kalau memang AI membantu, ya memang begitu. Gua tidak perlu menyangkalnya hanya untuk merasa lebih baik tentang diri sendiri.
Namun, menggunakan AI juga tidak berarti seluruh proses yang gua jalani otomatis kehilangan arti.
Sekarang, gua mencoba melihatnya dengan lebih utuh. Gua bisa mengakui bahwa AI membantu banyak hal, sekaligus mengakui bahwa gua tetap mengambil bagian dalam prosesnya.
Mungkin kecenderungan untuk meremehkan diri sendiri itu masih akan muncul sesekali. Gua juga belum tahu kapan kebiasaan tersebut benar-benar berubah.
Untuk sekarang, gua tidak merasa harus menyelesaikan semuanya terlebih dahulu.
Mengakui bantuan yang gua terima tidak harus membuat gua mengabaikan apa yang sudah gua lakukan sendiri.