← KEMBALI KE Refleksi
Refleksi

Gua Cuma Mau Bikin Website, Kenapa Malah Jadi Belajar Hosting?

Curhat kecil tentang ide personal blog yang akhirnya berubah menjadi Fictblue, lengkap dengan domain murah, Cloudflare, dan banyak hal yang tidak direncanakan.

Sedikit curhat tentang bagaimana akhirnya gua punya personal blog sendiri.

Sekarang blog itu sudah benar-benar online. Namanya fictblue. Orang lain bisa membukanya, membaca tulisannya, dan mungkin bertanya-tanya kenapa ada begitu banyak hal aneh di dalamnya.

Tapi sebelum sampai ke sana, semuanya mulai dari ide yang sebenarnya sudah cukup lama nongkrong di kepala.

Ide yang sempat datang, lalu pergi lagi

Sebenernya keinginan bikin personal blog sudah muncul dari lama.

Gua juga sempat bikin beberapa blog sederhana. Cuma ya begitu, tidak ada yang benar-benar gua kembangkan. Dibuat, dilihat sebentar, lalu ditinggalkan seperti proyek eksperimen lain yang nasibnya masih menggantung di folder entah di mana. 🗿

Sampai suatu hari ada teman gua ngomongin soal blog.

Dan entah kenapa, itu langsung mengingatkan gua kalau gua masih ingin punya personal blog sendiri.

Sebelum mulai, gua sempat riset kecil-kecilan. Gua menemukan beberapa personal blog yang isinya benar-benar personal: catatan, hal yang mereka pelajari, opini, cerita, dan kadang tulisan random yang mungkin tidak akan cocok dimasukkan ke website besar mana pun.

Awalnya gua sempat berpikir:

“Personal blog itu ya sudah, paling cuma gua sendiri yang akses.”

Dan jujur, saat itu rasanya sayang kalau harus dipublish.

Sayang uangnya, tepatnya.

Karena gua tahu domain itu harus dibeli. 🗿

Website gratis memang bisa. Tapi siapa yang mau menghafal alamatnya?

Sebenernya website gratis itu banyak.

Gua bisa saja publish di alamat yang panjang dan teknis—sesuatu seperti blablabla.github.io atau nama lain yang terlihat seperti hasil keyboard sedang tersandung.

Masalahnya sederhana:

Siapa yang mau gua kasih alamat itu?

Dan kalau tidak ada yang gua kasih, ya yang akses cuma gua lagi.

Padahal kalau akhirnya gua memberanikan diri menulis dan menerbitkan sesuatu, rasanya sayang juga kalau tulisannya hanya jadi dekorasi digital yang gua kunjungi sendiri sesekali.

Jadi gua mencoba sesuatu yang sedikit berbeda: benar-benar membuat dan menerbitkan personal blog sendiri.

Ternyata beli domain bukan akhir cerita

Gua kira prosesnya bakal begini:

beli domain
      ↓
website jadi

Ternyata tidak, bro.

Sialan. 🗿

Setelah punya domain, gua baru tahu kalau gua juga perlu mencari tempat hosting. Domain itu alamat; dia tidak otomatis membawa rumah beserta furnitur dan Wi-Fi-nya.

Dan tentu saja, karena gua orang budiman, gua langsung mencari hosting gratis. 🗿

Untungnya, gua menemukan Cloudflare. Dari situ gua belajar lebih banyak soal DNS, nameserver, deployment, dan berbagai istilah yang sebelumnya terasa seperti tulisan di layar router.

Domain fictblue.my.id sendiri gua beli lewat IDCloudHost. Waktu itu harganya cuma sekitar Rp10.000, dan jujur saja, harga murah itu adalah salah satu alasan terbesar kenapa gua berani mencoba.

Kalau harganya terasa mahal, mungkin ide ini masih akan mengendap lebih lama di kepala.

Sebelum online, tetap harus ada sesuatu yang mau ditaruh

Tentu saja, domain dan hosting bukan satu-satunya hal yang perlu disiapkan.

Sebelum Fictblue online, gua juga perlu memikirkan:

  • mau menulis tentang apa;
  • desain seperti apa yang terasa cocok;
  • bagaimana artikel dibagi ke kategori;
  • dan apakah semua ini akan terasa seperti blog milik seseorang, bukan sekadar website yang kebetulan punya nama.

Akhirnya Fictblue jadi tempat untuk teknologi, internet, hal-hal yang gua pelajari, cerita fiksi, pemikiran, dan refleksi.

Mungkin kedengarannya terlalu banyak.

Tapi gua rasa yang menyatukan semua itu bukan topiknya.

Yang menyatukannya adalah orang yang nulis.

Jadi, Fictblue sudah jadi?

Secara teknis, iya.

fictblue.my.id sudah bisa dibuka.

Tapi gua rasa blog seperti ini tidak pernah benar-benar “selesai”. Yang ada cuma versi yang lebih hidup dari sebelumnya.

Untuk sekarang, gua cuma senang karena ide yang dulu cuma muter di kepala akhirnya punya alamat sendiri di internet.

Dan ternyata, untuk sampai ke sana, gua cuma perlu mau membeli domain Rp10.000 lalu tanpa sengaja belajar hosting. 🗿