Sesuatu yang Terlihat Sederhana Belum Tentu Mudah Dibuat
Website sederhana pun menyimpan banyak keputusan. Tentang perbedaan antara sesuatu yang mudah digunakan dan mudah diwujudkan.
Kadang kita melihat sesuatu dan berpikir bahwa membuatnya seharusnya tidak terlalu sulit.
Sebuah website dengan tampilan sederhana. Aplikasi dengan beberapa tombol. Atau sebuah fitur yang kelihatannya hanya melakukan satu hal.
Tidak banyak elemen yang terlihat. Tidak banyak hal yang perlu dilakukan pengguna.
Namun, ketika mencoba membuatnya sendiri, ternyata ada banyak hal yang tidak sesederhana tampilannya.
Kenapa bisa begitu?
Tampilan sederhana tidak selalu berarti proses di baliknya juga sederhana.
Yang terlihat oleh pengguna bukan seluruh prosesnya
Bayangkan sebuah website yang hanya memiliki beberapa bagian: navbar, konten utama, dan footer.
Sekilas, desain seperti itu terlihat cukup sederhana. Tidak ada animasi rumit, tidak ada layout yang terlalu kompleks, dan tidak banyak elemen yang perlu diperhatikan.
Namun, bagaimana kalau navbar tersebut harus tetap rapi ketika dibuka melalui layar ponsel? Bagaimana kalau panjang judul artikel berbeda-beda? Bagaimana kalau kontennya sedikit, tetapi footer tetap harus berada di bagian bawah halaman?
Tiba-tiba, ada banyak hal yang perlu dipikirkan.
Belum lagi ketika sebuah tombol harus melakukan sesuatu, data perlu ditampilkan dengan benar, atau tampilan yang terlihat bagus di satu ukuran layar ternyata berantakan di ukuran lainnya.
Dari luar, semuanya mungkin terlihat sederhana. Namun, kesederhanaan itu tidak selalu muncul karena proses pembuatannya juga sederhana.
Kadang justru sebaliknya.
Ada banyak keputusan yang harus diambil agar pengguna tidak perlu memikirkan semua kerumitan tersebut.
Kerumitan itu tidak lenyap. Ia hanya tidak seluruhnya dibebankan kepada orang yang memakai hasilnya.
Sederhana bukan berarti tidak rumit
Menurut gua, ada perbedaan antara sesuatu yang sederhana dan sesuatu yang mudah dibuat.
Sederhana berkaitan dengan bagaimana sesuatu terlihat atau digunakan. Sementara itu, mudah dibuat berkaitan dengan proses yang dibutuhkan untuk mewujudkannya.
Keduanya tidak selalu berjalan beriringan.
Sebuah aplikasi bisa memiliki tampilan yang sederhana, tetapi membutuhkan banyak proses di belakangnya. Sebaliknya, sesuatu yang terlihat rumit belum tentu sulit digunakan jika setiap bagiannya dirancang dengan baik.
Hal ini juga bisa ditemukan di luar teknologi.
Kita bisa melihat sebuah meja dengan desain minimalis dan menganggapnya mudah dibuat karena bentuknya tidak banyak memiliki detail. Namun, ketika mulai mengerjakannya, kita tetap harus memikirkan ukuran, kestabilan, sambungan, dan material yang digunakan.
Bentuk akhirnya mungkin sederhana, tetapi untuk menghasilkan bentuk tersebut, ada banyak hal yang perlu diperhitungkan.
Tentu saja, bukan berarti semua benda atau sistem sederhana pasti memiliki proses yang rumit. Ada hal-hal yang memang sederhana dari awal sampai akhir.
Namun, penampilan saja tidak cukup untuk menentukan seberapa sulit sesuatu dibuat.
Ketika kerumitan tidak perlu diperlihatkan
Ada hal menarik dari sesuatu yang dirancang dengan baik.
Semakin mudah sesuatu digunakan, terkadang semakin sedikit kerumitan yang perlu dipikirkan oleh penggunanya.
Kita membuka website, mencari informasi, lalu membaca artikel. Kita tidak harus memahami bagaimana halaman tersebut dirender, bagaimana data disimpan, atau bagaimana server mengirimkan informasi.
Kita cukup menggunakan fitur yang tersedia.
Hal yang sama berlaku pada banyak aplikasi. Pengguna tidak perlu mengetahui seluruh proses di belakang sebuah tombol. Mereka hanya perlu memahami apa yang akan terjadi ketika tombol tersebut ditekan.
Bukan berarti kerumitan di belakangnya menghilang. Kerumitan itu hanya tidak perlu menjadi beban bagi orang yang menggunakannya.
Menurut gua, di sinilah kesederhanaan menjadi menarik.
Sesuatu bisa terasa mudah digunakan justru karena banyak hal sudah dipikirkan sebelumnya.
Bukan sekadar mengurangi elemen sampai tersisa sesedikit mungkin, tetapi membuat sesuatu bisa digunakan tanpa mengharuskan orang memahami setiap detail yang membentuknya.
Tentu saja, desain sederhana tidak selalu lebih baik. Ada kebutuhan yang memang memerlukan banyak fitur dan penjelasan. Namun, banyaknya elemen juga tidak otomatis membuat sesuatu menjadi lebih berguna.
Yang terpenting adalah apakah bentuk dan cara kerjanya sesuai dengan kebutuhan.
Kita sering hanya melihat hasil akhirnya
Ketika melihat sesuatu yang sudah selesai, kita biasanya tidak melihat seluruh keputusan yang mendahuluinya.
Kita melihat website yang rapi, tetapi tidak melihat berapa kali layout-nya diperbaiki. Kita melihat aplikasi yang mudah digunakan, tetapi tidak mengetahui berapa banyak kemungkinan yang harus dipertimbangkan sebelum fitur-fiturnya ditentukan.
Akhirnya, sesuatu yang terlihat mudah bisa membuat kita meremehkan proses pembuatannya.
Padahal, bisa jadi hal yang membuatnya terlihat sederhana justru merupakan hasil dari banyak pertimbangan.
Bagi gua, ini menjadi pengingat bahwa tampilan akhir tidak selalu cukup untuk menilai kerumitan sebuah proses.
Sesuatu yang sederhana memang tidak harus rumit. Namun, sesuatu yang berhasil dibuat sederhana juga tidak otomatis mudah diwujudkan.
Dan mungkin, sebelum menganggap sesuatu mudah dibuat hanya karena terlihat sederhana, ada baiknya kita melihat lebih jauh daripada apa yang tampak di permukaan.
Catatan tentang contoh di tulisan ini
Gua menggunakan website sebagai contoh utama karena konkret dan dekat dengan pengalaman gua. Tapi tulisan ini bukan tutorial web development. Website di sini cuma pintu masuk untuk melihat gagasan yang lebih luas: sesuatu yang tampak sederhana bisa menyimpan banyak keputusan. Hal serupa juga bisa kita temukan di aplikasi dan benda sehari-hari.