Kenapa Kita Bisa Betah Berjam-jam Membangun Sesuatu di Game?
Game sandbox memberi ruang untuk menentukan tujuan sendiri—dan menikmati proses membangun, mengubah, serta mencoba lagi.
Ada game yang memberi kita tujuan jelas.
Kalahkan musuh, selesaikan misi, kumpulkan item, lalu lanjutkan ke area berikutnya.
Namun, ada juga game yang membiarkan kita melakukan sesuatu tanpa tujuan akhir yang benar-benar wajib dicapai.
Kita bisa mengumpulkan material, membangun rumah, menata ruangan, atau menghabiskan waktu hanya untuk memperbaiki satu bagian kecil dari bangunan yang sebenarnya sudah bisa digunakan.
Anehnya, kegiatan seperti itu bisa membuat kita betah bermain selama berjam-jam.
Padahal, tidak ada misi baru yang harus diselesaikan.
Lalu, apa yang sebenarnya membuat kegiatan tersebut menyenangkan?
Ketika tujuan bermain ditentukan sendiri
Dalam game yang memiliki misi jelas, biasanya ada sesuatu yang ingin dicapai oleh pemain. Kita menyelesaikan tantangan untuk mendapatkan hadiah, membuka area baru, atau melanjutkan cerita.
Game sandbox menawarkan pengalaman yang berbeda.
Pemain memiliki ruang untuk menentukan apa yang ingin dilakukan. Ada yang ingin membangun rumah, membuat kota, mengumpulkan sumber daya, atau sekadar menjelajahi dunia yang tersedia.
Tidak semua kegiatan itu memberikan hadiah khusus. Bahkan, sebagian mungkin tidak menghasilkan apa-apa selain perubahan pada dunia yang kita bangun sendiri.
Namun, justru kebebasan tersebut yang membuat pengalaman bermain terasa berbeda.
Kita tidak selalu harus mengikuti tujuan yang ditentukan oleh game. Kita bisa membuat tujuan sendiri, mengubahnya di tengah jalan, atau berhenti mengerjakannya ketika sudah merasa cukup.
Hari ini mungkin ingin membangun rumah. Besok, setelah melihat bagian dapurnya, tiba-tiba muncul keinginan untuk membuat ruang makan yang lebih nyaman.
Tidak ada misi yang menyuruh kita melakukannya.
Kita melakukannya karena memang ingin melihat hasilnya.
Kepuasan dari sesuatu yang kita bangun sendiri
Ada perbedaan antara menemukan sebuah bangunan yang sudah selesai dan membangunnya dari awal.
Ketika semuanya sudah tersedia, kita bisa langsung menikmati hasilnya. Namun, ketika membangunnya sendiri, kita ikut mengalami proses perubahan dari sesuatu yang kosong menjadi sesuatu yang memiliki bentuk.
Awalnya mungkin hanya sebidang tanah. Kemudian ada dinding, lantai, atap, dan ruangan yang mulai terbentuk.
Setelah itu, kita menambahkan detail kecil yang sebenarnya tidak selalu dibutuhkan.
Mungkin sebuah jendela perlu digeser. Mungkin ruang makan terasa kurang cocok dengan posisi dapur. Atau mungkin ada bagian yang sebenarnya sudah cukup bagus, tetapi kita ingin mencoba susunan lain.
Kalau dilihat dari luar, beberapa perubahan tersebut mungkin tidak terlalu penting.
Rumahnya tetap bisa digunakan meskipun jendelanya tidak digeser. Dapur juga tetap berfungsi tanpa harus memiliki ruang makan yang ditata dengan cermat.
Namun, bagi orang yang membangunnya, perubahan kecil itu bisa menjadi bagian dari kesenangan bermain.
Bukan semata-mata karena hasil akhirnya menjadi lebih bagus, tetapi karena kita bisa menentukan sendiri bagaimana sesuatu itu dibentuk.
Tidak semua waktu bermain harus menghasilkan sesuatu yang besar
Menariknya, kita bisa menghabiskan waktu lama untuk memperbaiki hal-hal yang sebenarnya tidak diperlukan.
Sebuah rumah dalam game mungkin sudah memiliki tempat tidur, penyimpanan, dan ruang untuk melakukan aktivitas utama. Secara fungsi, semuanya sudah cukup.
Namun, kita masih bisa menghabiskan satu jam untuk mengubah tata letak furnitur atau menambahkan detail pada ruangan.
Apakah itu membuang-buang waktu?
Kalau tujuan kita hanya menyelesaikan misi utama secepat mungkin, mungkin iya. Tetapi kalau tujuan bermainnya adalah menikmati proses membangun, penilaiannya bisa berbeda.
Tidak semua aktivitas harus menghasilkan kemajuan yang bisa diukur melalui level, skor, atau hadiah.
Terkadang, mengubah sesuatu sesuai keinginan sendiri sudah menjadi alasan yang cukup untuk melakukannya.
Tentu saja, tidak semua orang menikmati jenis permainan seperti ini. Ada pemain yang lebih menyukai tantangan, kompetisi, atau cerita dengan tujuan yang jelas. Dan itu juga tidak masalah.
Game bisa memberikan pengalaman yang berbeda bagi setiap pemain.
Rumahnya virtual, tetapi prosesnya tetap terasa
Gua cukup tertarik dengan jenis permainan yang memberi kebebasan untuk membangun sesuatu, terutama ketika hasilnya tidak harus mengikuti desain tertentu.
Ada kepuasan tersendiri ketika sebuah bangunan yang awalnya hanya berupa bayangan di kepala perlahan menjadi nyata di dalam game.
Kita bisa mencoba berbagai susunan tanpa terlalu khawatir jika hasilnya tidak sesuai harapan. Kalau tidak suka, tinggal mengubahnya. Kalau desainnya terasa kurang cocok, kita bisa membongkar sebagian dan mencoba lagi.
Tidak semua percobaan harus berhasil. Tidak semua ruangan harus sempurna.
Kadang, proses mencoba itulah yang membuat permainan tetap menarik, bahkan setelah kebutuhan utama dalam game sudah terpenuhi.
Pada akhirnya, mungkin alasan kita betah membangun sesuatu di game bukan karena kita selalu membutuhkan tujuan baru.
Mungkin kita hanya menikmati kebebasan untuk menciptakan sesuatu, melihatnya terbentuk, lalu mengubahnya sesuai keinginan sendiri.
Dan kalau sebuah rumah virtual bisa membuat kita sibuk selama berjam-jam meskipun tidak ada misi yang harus diselesaikan, mungkin kesenangannya memang bukan hanya terletak pada apa yang berhasil kita bangun.
Melainkan juga pada proses membangunnya.